Attahiyatul mubarokatush sholawatu At toyyibatu lillah, Assalammu'alaika ayyuhan nabiyyu warohmatullah, Assalammu'alaina wa'alaibadillahishalihin Asyhaduanlaa illahaillallahu wa asyhadu anna muhammadar rosulullah Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad

Kamis, 16 Oktober 2014

Perlukah Pendidikan Seks?


Beberapa berita akhir-akhir ini menjadikan kita merinding dibuatnya. Berita tentang keterpurukan sistem sosial kita. Berita tentang penyebaran media porno yang menggila dan itu nyata disekitar kita. Tanpa kita sadari kita sudah terkungkung dalam kondisi sosial yang benar-benar membuat kita harus siaga. Beberapa ibu-ibu banyak mengeluhkan hal itu. Ancaman degradasi moral generasi membuat mereka ketar-ketir. Betapa tidak, beberapa waktu lalu diberitakan ada seorang ibu yang melapor kepihak berwajib, lantaran resah dengan penyebaran media porno, disinyalir VCD power ranger yang dibelinya dari pedagang kaki lima disekitar mal(pasar swalayan) yang sebenarnya bercover film robot yang disukai anaknya ternyata isinya sebuah adegan porno yang tak layak di tonton oleh anak-anak . Tak hanya itu beberapa mainan anak-anak tak luput dari incaran para mafia penyebaran media ini. Mainan sinar laser yang yang diduga pantulan sinarnya dapat memantulkan gambar porno. Mainan khas anak-anak seperti kwartet dan mainan bongkar pasang pun tak lepas dari gambar-gambar seronok media porno. Tak hanya itu, gempuran media yang menayangkan adegan porno membawa dampak mencuatnya kasus-kasus permekosaan yang pelaku dan korbannya adalah anak-anak . Sudah sebegitu hancurkah pranata sosial kita? Lantas apa yang harus kita lakukan untuk menjaga anak-anak kita dari serbuan media porno?


Banyak solusi yang ditawarkan untuk menangulangi serbuan media porno dan pengaruhnya terhadap anak-anak. Salah satunya adalah memberikan pendidikan seks pada anak. Akan tetapi banyak perdebatan tentang perlu tidaknya pendidikan seks ini diberikan pada anak-anak. Hal ini bermula dari keprihatinan terhadap adanya gejala seks bebas pada remaja yang disinyalir karena rendahnya tingkat pengetahuan mereka tentang seksualitas. Karena itu, diperlukan upaya-upaya untuk memasyarakatkan pendidikan seks kepada remaja, bahkan setelah banyak kasus penyalahgunaan seks pada anak, banyak yang berpendapat bahwa pendidikan seks harus diberikan sejak dini. Jika perlu, di bangku pra sekolah pun ada kurikulum yang membahas pendidikan seks. Benarkah sepenting itu pendidikan seks untuk anak?. Bagaimana Islam memandang hal tersebut?


Pendidikan seks sendiri memiliki banyak pengertian, tergantung pada sudut pandang yang dipakai. Dalam bukunya tentang mendidik anak Dr. Abdullah Nashih Ulwan berpendapat bahwa pendidikan seks adalah upaya pengajaran, penyadaran dan penerangan tentang masalah-masalah seksual yang diberikan kepada anak sejak Ia mengerti masalah-masalah yang berkaitan seks, naluri dan perkawinan dengan landasan nilai-nilai agama. Dengan begitu mereka akan menjadi tahu masalah-masalah yang dibolehkan atau dilarang oleh agamanya.


Islam adalah agama yang sempurna. Dalam Islam pendidikan seks merupakan bagian yang integral dari pendidikan akidah, akhlak dan ibadah. Terlepasnya pendidikan seks dari ketiga unsur tadi menyebabkan ketidak jelasan arah dari pendidikan seks itu sendiri, bahkan akan menimbulkan penyimpangan dari tujuan asal manusia melakukan kegiatan seksual dalam rangka pengabdian kepada Allah.


Orang tua adalah pihak yang paling bertanggung jawab terhadap masalah pendidikan anak, termasuk pendidikan seks. Orang tua dituntut memiliki kepekaan, ketrampilan dan pemahaman agar mampu memberi informasi dalam porsi tertentu tentang seksualitas, yang justru tidak membuat anak semakin bingung atau penasaran. Jadi, dalam hal ini, sesungguhnya tidak mutlak diperlukan adanya kurikulum yang membahas khusus tentang pendidikan seks di sekolah-sekolah.
Ada beberapa pokok pendidikan seks yang bersifat praktis, yang perlu diajarkan pada anak-anak sebagai suatu hal yang alamiah.


Pertama, menanamkan rasa malu pada anak. Penanaman ini harus dilakukan sejak anak masih kecil. Jangan biasakan anak-anak, meski masih kecil, bertelanjang didepan orang lain: misalnya ketika habis mandi, berganti baju, dan sebagainya. Membiasakan anak sejak kecil untuk menutup aurat yang juga penting untuk menanamkan rasa malu.


Kedua, Menanamkan jiwa maskulinitas pada anak laki-laki dan jiwa feminitas pada anak perempuan. Secara fisik maupun psikis, laki-laki dan perempuan diciptakan oleh Allah dengan perbedaan yang mendasar. Perbedaan ini bukan untuk dijadikan alat untuk saling merendahkan, namun semata-mata karena fungsi peran yang berbeda. Maka dari itu Islam memberikan tuntunan agar masing-masing fitrah tetap terjaga, laki-laki tetap maskulin dan perempuan senantiasa berkepribadian feminim dengan membiasakan anak-anak berpakaian sesuai jenis kelaminnya.


Ketiga, memisahkan tempat tidur mereka. Saat usia anak mulai menjelang baligh (antara 7-10 tahun), pemisahan tempat tidur adalah upaya untuk menanamkan kesadaran anak tentang eksistensi dirinya. Jika pemisahan tempat tidur tersebut terjadi antara dirinya dan orang tuanya, setidaknya anak akan belajar mandiri. Anak juga akan belajar melepaskan prilaku lekatnya(attachmen behavior) dengan orangtuanya. Jika pemisahan tempat tidut tersebut dilakukan terhadap anak dengan saudaranya yang berbeda jenis kelamin, secara langsung ia telah ditumbuhkan kesadarannya tentang eksistensi perbedaan jenis kelamin.


Keempat, Mengenalkan waktu berkunjung. Maksudnya disini adalah mengenalkan waktu dimana anak-anak tidak diperbolehkan memasuki kamar orang dewasa kecuali meminta ijin terlebih dahulu, diantaranya : waktu sebelum subuh, tengah hari dan setelah sholat isya’. Aturan ini ditetapkan mengingat itu adalah waktu aurat dimana aurat orang dewasa banyak terbuka(lihat Al-Ahzab:13). Jika pendidikan semacam ini ditanamkan pada anak maka Ia akan menjadi anak yang memiliki sopan santun dan etika yang luhur.


Kelima, mendidik etika berhias. Berhias, juga dapat menjerumuskan seseorang pada perbuatan dosa jika tidak diatur sebagaimana mestinya sebagaimana Islam mengajarkannya. Tujuan pendidikan seks dalam kaitannya dengan etika berhias adalah agar berhias tidak untuk berbuat maksiat.


Keenam, mengenalkan mahramnya. Dengan mengetahui kedudukan mahramnya, diharapkan anak akan mampu menjaga pergaulan sehari-harinya dengan orang diluar mahrom dirinya. Inilah salah satu hal terpenting dalam memperkenalkan kedudukan orang-orang yang haram dinikahi dalam pendidikan seks anak.sehingga dapat diketahui dengan tegas Islam mengharamkan Incest.


Ketujuh, Mendidik anak agar selalu menjaga pandangan matanya. Tertarik pada lawan jenis adalah fitrah, namun jika fitrah itu dibiarkan bebas tanpa kendali, maka yang terjadi adalah kehidupan manusia itu sendiri.
Begitu pula mata yang dibiarkan melihat gambar atau film yang mengandung unsur pornografi. Karena itu jauhkan anak-anak dari gambar, film, atau bacaan yang mengandung unsur pornografi dan pornoaksi.


Kedelapan, Mengenalkan tentang mimpi basah dan Haid. Mengenalkan anak tentang mimpi basah dan haid tidak hanya mengenalkan mereka akan tanda-tanda baligh atau dewasa, akan tetapi juga memahamkan mereka tentang pendekatan fisiologis dan psikologis. Islam telah mengatur beberapa ketentuan yang berkaitan dengan masalah tersebut, antara lain kewajiban mandi. Yang paling penting, harus ditekankan bahwa kini mereka telah baligh yang wajib terikat dengan hukum syara’. Artinya mereka harus diarahkan menjadi manusia yang bertanggung jawab sebagai hamba Allah yang taat.


Itulah beberapa hal yang dapat diajarkan kepada anak yang berkaitan dengan pendidikan seks.
Read More

The Green Man!!



Sesaat dalam diskusi tema tabloid yang akan diterbitkan mendatang bersama kawan-kawan redaksi, tercetus ide untuk mengangkat tema tentang global warming atau sesuatu yang bernuansa lingkungan. Berbagai alasan dikemukakakan teman-teman sebagai pertimbangan pentingnya kita bahas tema itu. Pembicaraan kami pun mengalir… sampai pada akhinya kita mencari ide untuk judul tabloid kita kedepan. Nah lo…jadi binggung! 

"Ahh…judulnya kita pikirkan nanti aja, pokoknya kita dah dapat tema, intinya tentang cinta lingkungan!" pertimbangan seorang. "eh…gimana kalau judulnya Be a Green man kayak kegiatan anak-anak SD kemarin”cetus teman yang lain. Nah…karena usulan judul terakhir tadi, akhirnya jadi diskusi tentang presepsi Green man. Salah satu teman mempresepsikan bahwa ketika tercetus kata green man yang ada dibenaknya adalah sosok Alien, manusia luar angkasa yang diimajinasikan berwarna hijau, atau Hulk atau raksasa jawa yang menjadi inspirasi tokoh Butho Ijo. 

Atau mugkin ada juga yang mempersepsikan lain dari gambaran sosok Green man yang mungkin waktu itu belum terungkapkan di forum itu. (mungkin aja kan, he…he…. ) mungkin saja kan waktu itu ada yang lagi ingat Traffic light, itu karena warna lampu favoritnya warna hijau. Ah entahlah itu pendapat kalian…tapi boleh dong saya beda?? Saat teman-teman”kisruh” tentang berbagai presepsinya tentang green man, yang terfikirkan(karena baru sempat diungkapkan sekarang)dalam benak saya adalah seorang Green man sesunggunya. Ingatanku melaju pada cerita mengesankan seorang teman.

Sebut saja tokoh kita kali ini namanya Qomar. Sehari sebelum KKN berakhir Si Qomar bersikeras ingin menanam 2 pohon mangga didepan mushola ditempat KKN. Alasannya biar tidak terkesan panas dan kering kerontang karena tidak ada satu pohon pun disana. Masuk akal sih Tapi… usulan itu sertamerta ditolak mentah-mentah oleh seluruh anggota KKN, karena usulannya tidak masuk program kerja dan saat itu dana KKN sudah habis, apalagi waktu KKN tinggal sehari lagi. Mana sempat??. Usulan Qomar dinilai tidak realistis!! Maka diputuskan dalam rapat kelompok bahwa kalau Qomar masih tetap bersikeras ingin menanam pohon mangga itu, maka Ia harus mengusahakan dan menanamnya sendiri, yang lain boleh bantu tapi tidak wajib.


Dengan modal nekatnya. Ditengah derasnya hujan Qomar berangkat kekota , naik anggkot pedesaan sendirian. Dengan basah kuyup Ia menahan terejangan air hujan. menjelang Ashar Ia kembali dengan 2 pohon mangga kecil ditangannya. Bibirnya menyungging senyum kemenangan dan kebahagiaan. Saat itu pula Ia mengambil cangkul dan mulai menanam. Kegigihannya mengundang Tanya temannya, yang akhirnya ikut dengan sukarela membantunya. padahal teman-temanya yang lain sibuk mengemasi barang-barang yang mau dibawa pulang dan ada juga yang mulai pamitan ke penduduk setempat. “kenapa Mar kamu begitu bersikeras menanam 2 pohon mangga ini? Melihat kenekatanmu kurasa ada sesuatu dibalik tindakannmu ini, ku yakin ini lebih dari sekedar mengurangi kesan kering di Mushola itu” Tanya sang teman memulai obrolan. Beberapa jenak Ia terdiam sebelum akhirnya Qomar mulai angkat bicara.” Sebelum KKN aku dipertemukan Allah pada seseorang yang tiba-tiba bertanya tentang jumlah kendaraan bermotor dirumahku. Aku jawab ada 2, orang itu kemudian berkata bahwa setidaknya harus ada 2 pohon dirumahku. Kendaraan bermotor mengelurkan polusi, asapnya yang beracun itu akan dihirup makhluk-makhluk Allah termasuk manusia. Apa itu tidak membuatmu berdosa??”.

Begitu jelas Qomar. “Terus…?”Sang teman mulai penasaran. ” Trus…orang itu berkata, bahwa untuk menebus ‘dosa bikin polusi’ kita itu, kita harus menanam pohon, karena pohon akan menyerap polusi dan akan mengeluarkan O2 (oksigen) yang sangat bermanfaat untuk makhluk-makhluk Allah yang ada di bumi”. Qomar pun melanjutkan kata-katanya. “di rumahku tak ada pohon sama sekali dan aku keburu KKN, jadi aku gak sempat menanam “. “lalu kenapa kamu ingin menanamnya disini? Di desa ini hampir tidak ada polusi kendaraan?”Tanya sang teman memotong pembicaraan Qomar.” Memang benar, sepulang KKN aku akan tetap menanam 2 pohon bahkan lebih. Dan kalau ditanya kenapa aku ingin menanam 2 pohon ini di sini??lihatlah kawan…!!, anak-anak kecil yang belajar mengaji di Mushola itu. Setiap hari mereka datang kesini menuntut ilmu. Aku ingin saat mereka melafalkan ayat-ayat Allah, mereka bernafas dengan oksigen yang keluar dari pohon-pohon yang aku tanam. Oksigen itu akan mengaliri otak mereka, beredar bersama darah mereka, menopang jasad-jasad kecil mereka, saat mereka berzikir. Aku pernah mendengar ada seorang yang masuk syurga dengan sedikit kebaikannya, bukankah ada seorang pelacur yang bisa masuk syurga hanya lantaran Ia memberi minum seekor anjing yang tengah kehausan. Aku juga ingin masuk syurga….kabarnya penduduk syurga akan memakai pakaian dari sutra yang berwarna hijau, yang hijau seperti daun-daun mangga ini…”


Wow…bagiku ini adalah sebuah kisah yang menajubkan dari seorang teman, yang bagiku Ia adalah sosok The green man sejati.. berkali-kali aku terpana, terpaku dan merenungi kisahnya. Ahh….. sekarang giliranmu, apa yang sekarang ingin kamu lakukan???
Read More
Lilik Istianah. Diberdayakan oleh Blogger.

© Pijar Bintang, AllRightsReserved.

Designed by @pangeransenja99